Tips Menghindari Penipuan Melalui Email 

Tips Menghindari Penipuan Melalui Email 

Tips Menghindari Penipuan Melalui Email – Penipuan memang menjadi hal yang seringkali terjadi dalam dunia sosial media, penipuan ini dilakukan melalui berbagai sosial media dengan berbagai jenis penipuan yang berbeda-beda.

Risiko penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang meluas membuat sebagian orang harus bekerja di rumah. Penggunaan internet meningkat seiring tugas-tugas yang dikirim melalui email. Hal ini bisa memicu kejahatan cyber

yang dilakukan dengan phishing, malware atau virus melalui email. Penjahat cyber bisa saja mengincar data pribadi untuk memanfaatkan situasi.

Selain penyebaran informasi yang tidak benar, penipuan online bisa berupa donasi yang mengatasnamakan Covid-19. Untuk itu, kamu perlu berhati-hati agar dapat terhindar dari penipuan online metlob. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mengenali penipuan online terutama melalui email.

1. Coba lihat kesalahan pengejaan alamat email

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan online melalui email adalah memeriksa ketepatan pengejaan dalam alamat email. Ketidaktepatan ejaan dalam URL dapat mengindikasi phishing email.

Tanpa membuka isi pesan, kamu bisa arahkan kursormu ke email pengirim untuk mengecek namanya. Jika namanya tidak sesuai misalkan “Coviddd-19.id”, ini bisa dipastikan ejaan yang salah menunjukkan email pengirim tidak kredibel.

2. Hindari mengklik tautan yang diberikan

Biasanya email yang diberikan menyertakan tautan yang harus kamu klik. Hindari mengklik tautan dengan sembarangan untuk melindungi akun dan perangkatmu. Sebaiknya arahkan kursormu pada tautan untuk memeriksa keterangan URL lengkap.

Jika URL menunjukkan alamat yang tidak jelas, maka perlu diperhatikan agar tidak mengikuti tautan tersebut. Mungkin saja tautan itu mengandung virus yang bisa saja mengambil informasi penting dari perangkatmu.

3. Cerdas dalam membaca isi pesan

Banyak sekali pesan hoaks yang beredar di media sosial terkait wabah virus Corona. Kamu perlu lebih cerdas membaca pesan email yang berpotensi penipuan. Curigai isi pesan-pesan aneh yang memintamu berdonasi atau menyebarkan informasi yang tidak sesuai.

Untuk membantumu dalam membedakan isi pesan hoaks dan fakta, perbanyaklah membaca informasi yang akurat dari situs-situs pemerintah, media, dan organisasi yang kredibel. Jangan mudah percaya dengan pesan berantai, ya!

4. Lindungi akun dengan keamanan

Melindungi akun atau perangkatmu dengan keamanan cyber sangat diperlukan agar dapat mengenali phishing email, virus dan malware yang berbahaya. Ada beberapa perusahaan cybersecurity seperti MCAfee hingga Norton yang menawarkan keamanan dari situs-situs berbahaya.

Selain itu, filter spam yang ada di emailmu dapat dimanfaatkan untuk mengenali spam email yang berisiko. Untuk menyaring spam email, aktifkan juga report email dalam mempermudah pengecekanmu.

5. Jangan berikan data pribadi dan keuangan

Maraknya tautan email yang meminta informasi pribadi patut diwaspadai. Beberapa data penting, nomor akun dan informasi keuangan tidak boleh dibagikan sembarangan. Jika kamu menemukan tautan seperti ini, segera hindari dan jangan berikan informasi penting apapun.

Meskipun alamat email seperti berasal dari organisasi yang cukup familiar, namun ada baiknya kamu memastikan kembali kebenaran dari tautan email tersebut. Jangan sampai penipu memanfaatkan data pribadimu dalam hal yang merugikan.

Related posts